Definisi Cookie Stuffing
Cookie Stufing (atau cookie dropping) adalah teknik pemasaran online blackhat yang digunakan untuk menghasilkan penjualan affiliate secara ilegal. Cookie stuffing terjadi ketika pengguna mengunjungi sebuah situs web dan secara tidak disadari oleh pengguna web tersebut secara diam-diam menginstal cookie berisi affiliate link si stuffer ke komuputer pengguna.
Alhasil ketika si pengguna tadi mengunjungi langsung website merchant dan melakukan transaksi maka si cookie stuffer akan mendapatkan komisi atau reward yang dijanjikan merchant kepada affiliate.
Penjelasan Cookie Stuffing
Belum mengerti apa itu Cookie Stuffing? Biar lebih gampang saya jelaskan lagi seperti ini..
Pada umumnya secara sah seorang afiliate akan mendapatkan komisi sesuai langkah-langkah berikut ini:
- Pengguna mengunjungi situs affiliate marketer (pemasar afiliasi) dimana ada link affiliasi.
Misalkan saya mempromosikan Asian Brain dengan link affiliate sbb: http://www.asianbrain.com/index.php?aff_code=499745 - Pengguna mengklik affiliate link tersebut dari blog saya ini yang diarahkan ke situs resmi Asian Brain.
- Ketika terjadi transaksi, misalkan pengunjung mendaftar melalui link saya itu tadi.
- Maka saya (pemasar afiliasi) mendapat komisi dari Asian Brain
Inti dari cookie stuffing adalah melewatkan langkah ke-2 itu, tanpa user mengklik link affiliate itu pun cookie yang berisi affiliate link akan ditanam ke browser pengguna.
Dengan demikian jika suatu saat user mengunjungi situs merchant (contoh: Asian Brain) secara langsung tanpa melalui link si stuffer pun karena link affiliate si stuffer sudah tertanam, maka si stuffer yang akan mendapatkan komisi afiliasi.
Catatan:
Bagaimana Cookie Stuffing bekerja itu tergantung coding dari si stuffer. Ada yang hanya menanamkan affiliate link saja tapi ada juga yang dapat me-replace atau bahkan mencuri dari hasil kerja affiliate marketer lainnya.
Cara Mengidentifikasi Cookie Stuffing
Buat merchant (pemilik produk affiliate) merupakan hal yang penting untuk mengenali tanda-tanda afiliasi yang mungkin memaksa klik (clickjacking) atau hal-hal yang dapat merugikan orang lain.
- Conversion Rate yang terlalu tinggi dan tidak normal. (contohnya menggunakan adware untuk menanam cookies ketika user siap membeli produk dari merchant)
- Convertion Rate yang terlalu rendah dan tidak normal. (teknik cookie stuffing yang terlalu banyak menanam cookies ke setiap visitor baik yang tertarget maupun tidak, dan berharap pengunjungnya membeli dari si merchant)
- Qualitas website yang rendah. (kualitas situs/blog yang rendah tapi dapat mebawa trafik banyak ke situs merchant perlu untuk dicurigai)
- Halaman web referensi. (Banyak tools analytic dapat melacak darimana traffic datang, jika tidak ada link affiliate aktif disana kemungkinan menggunakan cookie stuffing).
Buat para stuffer, hati-hati resiko anda kena banned oleh merchant.
Teknik Cookie Stuffing
Teknik cookie stuffing bisa diterapkan melalui:
- Pop-ups
- Frames dan Iframes
Contoh: <iframe src=”affiliate link” width=”1″ height=”1″></iframe> - Images
Contoh: <img src=”affiliate link” alt=” “> - Javascript
- Stylesheets
- Flash
Anda tinggal masukkan kode-kode script cookie stuffing itu ke source code webpage anda.
Cape mata nih.. Nanti saya update lagi cara dan teknik cookie stuffing yang lebih aman lagi
Referensi:
- http://en.wikipedia.org/wiki/Cookie_stuffing

